Selasa, 21 Desember 2010

Sesalku di kemudian hari


Hai bung, makin pandai saja kau bermain dengan waktu
Detik menit jam dan hari
Kau akali dengan sebaik mungkin
Aku ini si bodoh yang tak mengerti waktu
Yang kulakukan hanya membuang harta ku yang tak tampak
Si waktu itu lah…

Dan tampaknya sudah akrab kau dengan resiko
Bermain api bukan hal yang aneh bagi mu
Terbakar ribuan kali pun tetap mencoba lagi
Ah, berbeda sekali dengan ku
Aku tak berani hidup menderita
Hidup senang tanpa resiko semboyan ku

Maka itulah kita berbeda
Dari segala apa yang terlihat maupun tak terlihat
Bung dengan setelan rapih dan wangi terlihat klimis
Aku dengan sarung dan kaos kutang bau amis
 Kita bersimpangan di setiap keputusan
Yang harus memilih, kalah atau menang
Sesalku dikemudian hari….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar