Aku tak lagi mampu mengingat kapan kisah itu dimulai dan kapan pula selesai nya. Barangkali pada sebuah sore yang mendung di metromini yang penuh sesak. Atau mungkin di rumah mu, ketika hujan dan teh manis menjadi saksi bahwa kita pernah bertemu. Ya, mungkin disana. Senja yang kusimpan di sudut ingatan yang berusaha untuk dilupakan. Masih belum semua ku katakan, tapi biarlah. Kutinggalkan sepucuk pesan dari kata kata yang tak sempat ku ucapkan. Ingat? Tapi sepertinya kamu tidak begitu peduli. Oh ya, mungkin disitu cerita nya berakhir. Mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar