Bimbang. Saya sampai dimana saya harus menentukan sikap, antara tetap menjadi seorang pemikir yang kritis terhadap permasalahan negeri ini atau hanya menjadi pengamat dan berusaha untuk tidak peduli lagi. Ternyata sistem yang diterapkan pemerintah kepada generasi muda (baca di posting sebelumnya) benar benar berhasil menumpulkan semangat untuk melawan sistem.
Saya merasa dicuci otak dan dipaksa untuk tunduk pada sistem yang berlaku. Kejar nilai setinggi tinggi nya, maka kelak akan berhasil. Rasanya cuma itu yang ingin ditanamkan sekolah kepada mindset di pikiran kita (siswa) bahwa menyibukkan diri dan menghabiskan waktu dengan belajar dan belajar adalah hal terbaik yang dapat dilakukan. Sementara kita dibutakan dengan apa yang telah terjadi di luar sekolah, yaitu di negeri ini.
Hal yang paling menyedihkan dari seorang pemikir adalah kehilangan rasa untuk mengkritisi segala sesuatu. Tanpa sikap kritis, kita tidak akan pernah menjadi lebih baik. Maka dari itu, inilah hal yang berusaha dihilangkan dari kita. Semangat perlawanan. Saya akan merindukan hari dimana kita bergerak bersama sama karena sebuah tuntutan yang mutlak, yaitu kesejahteraan rakyat.
Sebuah satuan pergerakan yang kokoh tanpa ada saling menghianati dengan segala intrik politik yang najis. Hari dimana kita membawa kita hanya membawa satu bendera, yaitu bendera merah putih. Di hari dimana tekad dan tindakan berkolaborasi menciptakan Indonesia yang lebih baik, untuk mu, untuk ku dan untuk kita semua.
Saya merasa dicuci otak dan dipaksa untuk tunduk pada sistem yang berlaku. Kejar nilai setinggi tinggi nya, maka kelak akan berhasil. Rasanya cuma itu yang ingin ditanamkan sekolah kepada mindset di pikiran kita (siswa) bahwa menyibukkan diri dan menghabiskan waktu dengan belajar dan belajar adalah hal terbaik yang dapat dilakukan. Sementara kita dibutakan dengan apa yang telah terjadi di luar sekolah, yaitu di negeri ini.
Hal yang paling menyedihkan dari seorang pemikir adalah kehilangan rasa untuk mengkritisi segala sesuatu. Tanpa sikap kritis, kita tidak akan pernah menjadi lebih baik. Maka dari itu, inilah hal yang berusaha dihilangkan dari kita. Semangat perlawanan. Saya akan merindukan hari dimana kita bergerak bersama sama karena sebuah tuntutan yang mutlak, yaitu kesejahteraan rakyat.
Sebuah satuan pergerakan yang kokoh tanpa ada saling menghianati dengan segala intrik politik yang najis. Hari dimana kita membawa kita hanya membawa satu bendera, yaitu bendera merah putih. Di hari dimana tekad dan tindakan berkolaborasi menciptakan Indonesia yang lebih baik, untuk mu, untuk ku dan untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar