Selasa, 08 Maret 2011

Saya satu diantara jutaan anak anak Indonesia

Kali ini, gue enggak ngomongin 'revolusi melati' nya timur tengah walopun udah gatel banget pengen berkomentar dan nulis teori konspirasi ala gue. Lagian gue juga masih mengamati perkembangan nya, baru nanti nulis kesimpulan 'revolusi melati'.

Yang mau gue omongin adalah tentang bagaimana cara kita menjadi berbeda dari orang banyak.Dimulai dari latar belakang masalah. Dari sekian milyar orang, emang gak mungkin kita bener bener beda. Tapi paling nggak kita bisa beda dari orang kebanyakan. Kalo ngomong begini, pasti nanti balik lagi ke jati diri. Siapa lo sebenernya? Apa bedanya lo dengan jutaan anak di Indonesia? Penting gak sih lo hidup di dunia ini? Membawa tujuan apa kita hidup di bumi?

Oke, tapi gausah pikirin seberapa gak berguna nya lo di dunia ini. Pikirin aja bagaimana caranya supaya lo bisa berbeda di banding rata-rata-orang-kebanyakan. Jalan paling awal ya, tentuin dari mana lo akan berusaha untuk berbeda. Pilihan nya banyak, contoh nya : seni, olahraga, pendidikan, dan macem macem. Gue memilih seni, sebagai jalan keluar gue untuk menjadi berbeda. Biasa nya fase ini yang paling sulit, karena diikuti dengan pencarian jadi diri.

Kita gak perlu angka angka di rapot untuk sukses. Yah, walopun nilai nilai itu punya andil untuk bikin persepsi orang ke kita nanti kalo mau ngelamar kerja. Tapi yang paling penting adalah konsep out of the box. Yap. Di zaman yang semakin maju ini, dibutuhkan orang yang berani keluar dari jalur mainstream cara berfikir orang kebanyakan dan melakukan hal hal yang dianggap orang lain 'gila'.

Setelah lo dapet apa yang mau lo kembangin, maka tuntutlah ilmu mengenai bidang tersebut. Kejar ilmu itu, walopun mesti nangis darah, meringis kesakitan, dan teriak teriak minta berhenti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar