Rabu, 16 Maret 2011

Relawan untuk membangun negeri ini

Darmanytias, salah seorang pengamat pendidikan, pernah mengatakan "jika pendidikan itu mahal maka siapa lagi yang mau jadi relawan dan melaksanakan kerja-kerja sosial".

Gue setuju sama kalimat ini. Kalo pendidikan itu mahal, siapa yang mau jadi relawan kerja sosial? Siapa yang mau jadi guru di rumah singgah anak anak jalanan setelah kuliah yang menghabiskan banyak uang? Siapa yang mau jadi ahli geologi spesialis gempa kalo menjadii ahli perminyakan lebih menguntungkan dari segi finansial? Padahal Indonesia masuk daerah "ring of fire". Siapa yang mau berjuang bagi hajat orang banyak kalo mindset orangtua kebanyakan adalah melihat anaknya "sukses" dalam arti secara finansial. Cuma sedikit atau mungkin gak ada orangtua yang melihat bagaimana dedikasi sebuah pekerjaan, sekecil apapun tapi dapat berguna bagi hajat orang banyak.


Tidak bermaksud menyalahkan, tapi itulah realita di negeri ini. Sayang nya, pemerintah sebagai lembaga tertinggi di negara ini justru seakan menebar bibit kapitalisme dan memberi nya pupuk agar bisa tumbuh cepat. Kurang nya apresiasi pada mereka yang berjuang bagi kepentingan banyak orang membuat banyak orang enggan melirik pekerjaan ini. Padahal, bagi negara berkembang seperti kita ini sangat dibutuhkan orang orang yang berdedikasi penuh dan mengabdi pada kepentingan banyak orang, terutama di sektor pendidikan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar