Agak ekstrim ya judul postingan ini? Tapi bener, buat gue menulis itu satu satunya cara agar gue tetap waras. Kenapa? Karena tanpa menulis, otak gue rasanya mampet dan ide ide yang kadang muncul tiba tiba itu terbuang percuma. Yah simple nya sih, supaya bisa ngeluarin unek unek yang gak bisa diceritain ke orang orang.
Menurut gue, generasi muda kayak kita kita ini harus berani menentang arus mainstream yang ternyata tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Contoh aja kebiasaan kebiasaan hedonis ala barat kayak nongkrong nongkrong di mall. Dan menurut gue, kita wajib berbeda. Salah satunya caranya ya, dengan menulis.
Ide ide perlawanan harus ditumbuhkan dan dijaga, jangan sampai hilang begitu saja. Sekarang mahasiswa kita cenderung di ninabobokan oleh keadaan. Tapi gue gak nyalahin mahasiswa disini, gue nyalahin sistem yang udah terlanjur berjalan di negeri kita ini. Sistem yang menumbuhkan semangat mencari hidup nyaman, dan menghilangkan rasa kepedulian sosial kita yang semakin redup. Tujuannya jelas, supaya gak ada generasi muda yang berpikiran kritis yang berani menentang keputusan pemerintah yang memberatkan orang pinggiran. Jadi gimana caranya supaya kita bisa mengembalikan rasa kritis? Ya dengan mengamati dan menulis.
Jadi mari membiasakan kebiasaan menulis dan membaca.
Menurut gue, generasi muda kayak kita kita ini harus berani menentang arus mainstream yang ternyata tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Contoh aja kebiasaan kebiasaan hedonis ala barat kayak nongkrong nongkrong di mall. Dan menurut gue, kita wajib berbeda. Salah satunya caranya ya, dengan menulis.
Ide ide perlawanan harus ditumbuhkan dan dijaga, jangan sampai hilang begitu saja. Sekarang mahasiswa kita cenderung di ninabobokan oleh keadaan. Tapi gue gak nyalahin mahasiswa disini, gue nyalahin sistem yang udah terlanjur berjalan di negeri kita ini. Sistem yang menumbuhkan semangat mencari hidup nyaman, dan menghilangkan rasa kepedulian sosial kita yang semakin redup. Tujuannya jelas, supaya gak ada generasi muda yang berpikiran kritis yang berani menentang keputusan pemerintah yang memberatkan orang pinggiran. Jadi gimana caranya supaya kita bisa mengembalikan rasa kritis? Ya dengan mengamati dan menulis.
Jadi mari membiasakan kebiasaan menulis dan membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar