Sabtu, 29 Januari 2011

Teruntuk ayah

Ayah bekerja tiap hari menjual pikiran dan tenaga
Teruntuk sang anak, seorang yang kelak dibanggakan
Teruntuk anaknya, ia bisa menahan segala derita
Hingga lelah pun bosan datang padanya

Sepiring nasi sebagai imbalannya bekerja
Direlakan kepada anaknya
Ia sendiri menekan perut, menahan lapar
Makanlah, jangan banyak bertanya
Sang ayah berkata menatap sayang kepada anaknya
Si anak makan lahap, tanpa tahu pengorbanan sang ayah

Untuk para ayah yang sedang berusaha sebaik mungkin memenuhi kebutuhan anak nya. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa (guru sudah menjadi pahlawan berjasa dengan gaji besar).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar