Selasa, 25 Januari 2011

Multatuli

Kurang lebih tahun 1859, buku berjudul Max Haveelar ditulis oleh Multatuli. Kemudian buku itu diakui sebagai karya sastra yang bernilai dan banyak diperbicangkan oleh para kritisi dunia kesusastraan yang diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Yang mau gue sorot disini adalah, keberanian Multatuli untuk melawan ketidakadilan dan berani menentang pemerintahan dan membela rakyat kecil yang tidak berdaya. Padahal ga ada keuntungan nya untuk Multatuli kalo diliat dari sudut pandang orang orang pada tahun itu. Buat apa membela rakyat indonesia dan membahayakan keselamatan nya dan keluarganya waktu itu? Karena kebenaran.

Karena kebenaran adalah sesuatu tuntutan mutlak yang harus dipenuhi dalam diri kita. Perasaan ikut bersedih ketika melihat penindasan terjadi di depan matanya itu yang bikin Multatuli nekat melawan pemerintahan. Multatuli pernah berkata :

"Ya, aku mau dibaca oleh negarawan-negarawan yang berkewajiban memperhatikan tanda tanda zaman; - oleh sastrawan sastrawan yang harus membaca buku itu yang begitu banyak di jelek jelek kan orang.., - oleh anggota anggota perwakilan rakyat yang harus mengetahui apa yang bergolak dalam kerajaan besar ini.

Sekarang korelasi nya sama zaman sekarang, tahun 2011. Berarti sudah hampir 152 tahun sejak zaman nya Multatuli. Tapi lihat kenyataan nya. Bentuk penjajahan yang telah berganti rupa tetap menuntut satu hal. Keadilan. Yang kita butuhkan adalah seseorang yang seperti Multatuli, berani mengungkapkan ketidakadilan dan menyadarkan para elite politik yang telah menggunakan hak nya secara tidak bertanggung jawab. Semoga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar